Minggu, 17 September 2017



Sistem Informasi Manajemen Dokumen
Manajemen dokumen merupakan suatu sarana untuk menyampaikan pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak satu kepada pihak lainnya. Adapun manfaatnya adalah: sebagai bahan pengambilan keputusan, sebagai memori suatu organisasi, sebagai referensi sejarah suatu organisasi, mengurangi resiko teknis dan biaya, meningkatkan efisiensi dan proses kinerja organisasi, serta meningkatkan proses pengendalian yang lebih baik.
Sistem informasi manajemen dokumen atau bisa juga di sebut E-Office Document (Dokumen Elektronik Kantor), atau bisa juga ditingkatkan menjadi sistem informasi manajemen arsip yang terintegrasi dengan rak penyimpanan kearsipan. Bisa menjadi solusi terbaik membangun informasi dan manajemen dokumen dari permasalahan yang timbul karena menumpuknya dokumen. Inovasi dokumen elektronik merupakan solusi terbaik di jaman aplikasi internet terutama berbasis web. Dokumen kertas di ubah menjadi dokumen elektronik untuk kemudian dikirimkan ke folder yang sesuai dengan perihal surat maupun nomor surat atau yang diinginkan dari surat tersebut.
Sistem informasi manajemen dokumen yang akan dibahas adalah sistem informasi manajemen dokumen elektronik, yaitu suatu sistem aplikasi pengelolaan dokumen hardcopy (dalam bentuk laporan paper based) yang sudah diubah ke dalam format digital ataupun softcopy berupa file tipe doc, ppt, xls, 3gp, avi, mkv, dll, kemudian diupload ke dalam software tertentu. Dokumen yang sudah diupload tersebut kemudian dapat diakses, dicari, ditampilkan, maupun didistribusikan oleh pengguna dokumen melalui sistem ini.
Dengan penerapan sistem menajemen dokumen elektronik ini diharapkan dapat:
  1. Terciptanya pengelolaan dokumen yang lebih baik
  2. Adanya penyimpanan salinan fisik file dokumen ke dalam media elektronik
  3. Menjaga keamanan dari informasi yang terkandung dalam dokumen dari bahaya yang tidak diinginkan, seperti: kebakaran, banjir, kehilangan dokumen, dll.
  4. Sebagai sarana untuk mempercepat proses pencarian dokumen yang dilakukan secra elektronik
  5. Mempercepat penemuan fisik dokumen dengan menentukan/memasukkan informasi lokasi penyimpanan dokumen (dapat dikembangkan dengan menggunakan barcode)
  6. Dokumen fisik akan terjaga kelestariannya karena penggunaannya semakin jarang digunakan
  7. Sistem selanjutnya dapat dikembangkan dengan pemanfatan dan pengelolaan dokumen dengan akses melalui internet
Karakteristik sistem manajemen dokumen elektronik adalah sebagai berikut:
  1. Capture. Capture merupakan hal penting bagi catatan dan dokumen elektronik untuk pengarsipan, retrieval dan disrtibusi sebagai solusi dokumen menajemen. Dokumen imaging dan platform management menyediakan dasar scanning, batch proses dan import dokumen elektronik. Kemajuan yang utama dalam teknologi scan emmbuat dokumen dikonversi secara cepat, murah dan gampang. Proses scan yang baik akan meletakkan kertas menjadi file komputer dengan mudah.
  2. Storage. Sistem penyimpanan dokumen yang dapat dilakukan dalam jangka waktu panjang dan relatif aman serta penyimpanan dokumen yang mengakomodasi perubahan dokumen, volume yang bertambah dan mempercepat teknologi.
  3. Index. Sistem index yang menciptakan suatu sistem pengarsipan secara terorganisisr yang dapat ditampilkan kembali secara efisien dan mudah. Suatu sistem index yang baik akan membuat prosedur yang berjalan dan lebih efektif.
  4. Retrieval. Sistem perolehan kembali menggunakan informasi dokumen yang mencakup teks, index dan gambar ke dalam sistem. Suatu sistem perolehan kembali yang baik akan membuat pencarian dokumen dengan sepat dan mudah.
  5. Access. Suatu sistem akses yang baik akan membuat hak akses secara personal apakah berada di kantor atau dapat melalui internet secara flesibilitas untuk mengendalikan akses sistem.
  6. Proses. Kerja sistem manajemen dokumen elektronik ini nanti ya dilakukan sendiri oleh pihak yang terkait.
Beberapa keuntungan dari sistem manajemen dokumen elektronik adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai tingkat kecepatan pencarian dokumen yang tinggi.
  2. Tingkat ketepatan yang tinggi, karena menggunakan sistem indeks, pencatatan tempat penyimpanan secara fisik dan mempunyai dokumen bayangan dalam bentuk CD-ROM.
  3. Mendukung pengelolaan dokumen. Dokumen elektronik dapat juga mengelola dokumen dalam bentuk audio, video, maupun berbagai jenis gambar seperti photo, poster, peta, dll.
  4. Tingkat keamanan yang tinggi. Sistem ini terproteksi dengan adanya password, dan mempunyai salinan data (backup) yang disimpan dalam lokasi atau media berbeda.
Selain keuntungan di atas, sistem ini juga dapat membantu agar penyimpanan dokumen disimpan dalam media CD-R, DVD, serta media lainnya. Sangat baik untuk mengatur dokumen dalam jumlah besar dan dapat memudahkan untuk malakukan indeks, penyimpanan, pencarian, penampilan di layar, mencetak dan mengirimkan melalui email.
Perangkat lunak atau software bisa disambungkan dengan scanner dan kemudian dokumen hasil pindai diubah menjadi data gambar (image) atau .pdf. Pada tingkat yang paling sederhana – semua pengguna yang memiliki PC yang mengatur folder mana mereka menyimpan file docs, PDF, presentasi PowerPoint, Excel spreadsheet dan lain-lain. Secara efektif pula menghasilkan struktur dokumen folder dasar untuk memungkinkan mereka dengan mudah menyimpan dan mengambil isi dokumen.
Kantor – kantor baik swasta apalagi pemerintahan sudah waktunya untuk menggunakan sistem informasi dokumen manajemen hingga pengolahan arsip dan gudang penyimpanan arsip. Sebuah kabupaten saja sudah dipastikan akan mencetak ratusan bahkan mungkin ribuan dokumen cetak setiap bulannya, ini bisa menjadi masalah tersendiri di kemudian hari.

Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik
Sistem informasi rekam medik adalah proses yang berhubungan dengan pencatatan data yang ada pada pasien serta bagaimana mengelola dan melakukan pencarian kembali terhadap status pasien yang berisi: data identitas pasien, resume hasil anamnesi, resume hasil pemeriksaan fisik, resume terapi, alergi obat dan lain-lain (Sabarguna, 2005).
Pengertian Rekam Medis
Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
Kalau diartikan secara sederhana, rekam medis seakan-akan hanya merupakan catatan dan dokumen tentang keadaan pasien, namun kalau dikaji lebih dalam rekam medis mempunyai makna yang lebih luas dari pada catatan biasa, sesudah tercermin segala informasi menyangkut seorang pasien yang akan dijadikan dasar didalam menentukan tindakan lebih lanjut dalam upaya pelayanan maupun tindakan medis lainnya yang diberikan kepada seseorang pasien yang datang ke rumah sakit.
Berkas rekam medis sebuah rumah sakit tidak boleh dikirimkan ke tempat keperawatan lain jika seandainya pasien dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan di institusi atau rumah sakit lain, yang dikirimkan cukup resume (kesimpulan) saja. Kelalaian dalam pengelolaan dan pemanfaatan rekam medis dapat dikenakan sanksi oleh Dirjen Yanmed atau Direktur Rumah Sakit yang bersangkutan.(Buku Pedoman Catatan Medik seri 7 revisinya dibuat berdasarkan Permenkes No. 749 a / Menkes / Per / XII / 1998).

Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis
Di dalam uraian ini terdapat dua pengertian yang sangat erat kaitannya yaitu :
1.    Tujuan Rekam Medis
Tujuan rekam medis adalah menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit.
2.    Kegunaan Rekam Medis
Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain :
a.       Aspek Administrasi
b.      Aspek Medis
c.       Aspek Hukum
d.      Aspek Keuangan
e.       Aspek Penelitian
f.       Aspek Pendidikan
g.      Aspek Dokumentasi
Kaitan Rekam Medis dengan Manajemen Informasi Kesehatan
Rekam medis sangat terkait dengan manajemen informasi kesehatan karena data-data di rekam medisdapat dipergunakan sebagai :
1.        Alat komunikasi (informasi) dan dasar pengobatan bagi dokter, dokter gigi dalam memberikan pelayanan medis.
2.        Masukan untuk menyusun laporan epidemiologi penyakit dan demografi (data sosial pasien) serta sistem informasi manajemen rumah sakit
3.        Masukan untuk menghitung biaya pelayanan
4.        Bahan untuk statistik kesehatan
5.        Sebagai bahan/pendidikan dan penelitian data
Rekam medik kesehatan elektronik adalah kegiatan komputerisasi isi rekam kesehatan dan proses elektronisasi yang berhubungan dengannya. Elektronisasi ini menghasilkan sistem yang secara khusus dirancang untuk mendukung pengguna dengan berbagai kemudahan fasilitas bagi kelengkapan dan keakuratan data, memberi tanda waspada, sebagai peringatan, tanda sistem pendukung keputusan klinik dan menghubungkan data dengan pengetahuan medis serta alat bantu lainnya.
Sitem imformasi rekam medis elektronik atau disebut dengan virtual patient record/elektronick medical record ini digunakan untuk mengelola informasi rekam medis pasien, sehingga memudahkan dalam menelusur-balik informasi, termasuk sejarah penyakit dan tindakan medis yang pernah diterima, dan menggunakannya untuk mengambil tindakan medis yang tepat. Secara umum, sistem ini dapat didefinisikan sebagai informasi kesehatan individu yang disimpan dalam bentuk digital yang mempunyai sebuah penanda unik setiap individu (raghupathi, 1997).
Sistem ini digunakan di liungkungan rumah sakit atau lembaga penyedia pelayanan kesehatan lain yang menangani pasien secara langsung.
Menurut Shortliffe (2001), rekam medik elektronik (rekam medik berbasis-komputer) adalah gudang penyimpanan informasi secara elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya, tersimpan sedemikian rupa, hingga dapat melayani berbagai pengguna rekam medis yang sah.
Karakteristik rekam medis elektronik, yaitu:
  1. Akses simultan dari berbagai tempat
  2. Tampilan data dapat dilihat dari berbagai pendekatan
  3. Data entry lebih terstruktur
  4. System pendukung keputusan
  5. Mempermudah analisis data
  6. Mendukung pertukaran data secara elektronik dan pemanfaatan data secara bersama-sama (data sharing)
  7. Dapat bersifat multimedia
Manfaat teknologi informasi dalam rekam kesehatan elektronik yang paling tinggi adalah mengurangi medical error dan meningkatkan keamanan pasien (patient safety). Salah satu peranan kecil teknologi informasi dalam tindakan pencegahan medical error, yakni dengan melakukan pengaturan rekam medis pada suatu sistem aplikasi manajemen rekam medis. Dengan adanya sistem aplikasi manajemen rekam medis, maka medical error dalam pengambilan keputusan oleh tenaga kesehatan dapat dikurangi karena setiap pengambilan keputusan akan berdasarkan rekam medis pasien yang telah ada.
Menurut Thede (2008) penerapan rekam medik elektronik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya:
  1. Dapat meminimalkan  human eror, karena rekam medik elektronik dapat menghasilkan peringatan dan kewaspadaan klinik
  2. Dapat berhubungan dengan sumber pengetahuan untuk penunjang keputusan layanan kesehatan
  3. Rekam medik elektronik dapat melakukan pengambilan data sinyal biologis secara otomatis
  4. Dengan rekam medik elektronik dapat memasukkan data pasien dan memperoleh saran untuk penanganan pasien
  5. Dengan rekam medik elektronik data rutin dapat langsung diperoleh  (dalam bentuk siap olah) dari basis data rekam medik. Sedangkan data non rutin dapat dikumpulkan pada waktu pemeriksaan pasien dan dimasukkan dalam rekam medik.
Sedangkan menurut Sabarguna (2005) kelebihan rekam medik elektronik diantaranya:
  1. Ketepatan waktu dalam pengambilan keputusan medik, sehingga mutu pelayanan atau asuhan akan semakin baik
  2. Kemudahan penyajian data sehingga penyampaian informasi akan lebih efektif
  3. Pembentukan database yang memungkinkan penelitian, simulasi dan pendidikan tenaga medik maupun paramedik, berdasarkan data yang nyata
  4. Efisiensi pemanfaatan sumber daya dan biaya dengan sistem penyediaan bahan (inventory) yang dapat menekan biaya penyimpanan, pemesanan barang maupun biaya stockout, manajemen utilisasi menyangkut tindakan atau prosedur yang tidak perlu, dan lain-lain.
Adapun menurut Thede (2008), kekurangan dari penerapan rekam medik elektronik adalah:
  1. Membutuhkan investasi awal yang lebih besar daripada rekam medik kertas untuk  pengadaan perangkat keras, lunak, dan biaya penunjang
  2. Waktu yang harus disediakan oleh key person dan perawat dalam mempelajari sistem dan merancang ulang alur kerja memerlukan waktu yang lama
  3. Konversi Rekam medik kertas ke rekam medik elektronik memerlukan waktu, sumber daya, tekad dan kepemimpinan
  4. Resiko kegagalan pada sistem computer
  5. Problem dalam pemasukan data oleh petugas kesehatan
 Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis yang terdiri dari perangkat lunak, perangkat keras, maupun aplikasi-aplikasinya, telah dikenal secara luas sebagai alat bantu (proses) pengambilan keputusan. Sebagian besar institusi pemerintah, swasta, akademis maupun non akademis juga individu yang memerlukan informasi yang berbasiskan data spasial telah mengenal dan menggunakan sistem ini.
Sistem Informasi Georafis atau Georaphic Information Sistem (GIS) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan Sistem Informasi lainya yang membuatnya menjadi berguna berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang terjadi.
Definisi SIG sangatlah beragam, karena memang defenisi SIG selalu berkembang, bertambah dan sangat bervariasi, dibawah ini adalah beberapa definisi SIG.
  1. Menurut Gistut (1994), SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi Gistut (1994)
  2. Burrough (1986), mendefinisikan SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.
Dari defenisi-definisi tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa SIG terdiri atas beberapa subsistem yaitu: data input, data output, data management, data manipulasi dan analysis (Prahasta, 2005).
Komponen Sistem Informasi Geografi
  1. Perangkat keras. Perangkat keras yang sering digunakan antara adalah Digitizer, scanner,Central Procesing Unit (CPU), mouse , printer, plotter
  2. Perangkat lunak (Arc View, Idrisi, ARC/INFO,ILWIS, MapInfo dan lain lain). Data dan informasi geografi Data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara meng import-nya dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara menjitasi data spasial dari peta dan memasukan data atributnya dari table-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard
Pengguna (user), Teknologi GIS tidaklah bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi nyata Suatu proyek SIG akan berhasil jika di manage dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki keakhlian yang tepat pada semua tingkatan.


Fungsi SIG
Adapun fungsi -fungsi dasar dalam SIG adalah sebagai berikut :
  1. Akuisisi data dan proses awal meliputi: digitasi, editing, pembangunan topologi, konversi format data, pemberian atribut dll.
  2. Pengelolaan database meliputi : pengarsipan data, permodelan bertingkat, pemodelan jaringan pencarian atribut dll.
  3. Pengukuran keruangan dan analisis meliputi : operasi pengukuran, analisis daerah penyanggga, overlay, dll.
  4. Penayangan grafis dan visualisasai meliputi : transformasi skala, generalisasi, peta topografi, peta statistic, tampilan perspektif.
Aplikasi dan Pemanfaatan SIG
Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam mendapatkan data-data yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital. Sistem ini merelasikan data spasial (lokasi geografis) dengan data non spasial, sehingga para penggunanya dapat membuat peta dan menganalisa informasinya dengan berbagai cara. SIG merupakan alat yang handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, table, atau dalam bentuk konvensional lainya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan (Barus dan Wiradisastra, 2000 dalam As Syakur 2007).
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem yang berbasis komputer dan memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografis, yaitu penyimpanan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil akhirnya dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan. SIG bisa menjadi alat yang sangat penting pada pengambilan keputusan untuk pembangunan berkelanjutan. Karena SIG memberikan informasi pada pengambil keputusan untuk analiss dan penerapan database keruangan.



Referensi
https://oshigita.wordpress.com/2013/09/10/domain-sistem-informasi-kesehatan/ diakses tanggal 17 September 2017 pukul 22.15 Wita
jurnalmsi.stikom-db.ac.id/index.php/jurnalmsi/article/download/47/41diakses tanggal 17 september 2017 pukul 22.00 Wita







Selasa, 12 September 2017



Pendahuluan
Keamanan data saat ini telah menjadi kebutuhan dasar karena perkomputeran secara global telah menjadi tidak aman. Sementara data berpindah dari satu titik ke titik lainnya di Internet, mungkin data tersebut melewati titik - titik lain dalam perjalanannya, yang memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengganggunya. Bahkan mungkin beberapa  dari sistem, mengubah data yang dimiliki menjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Akses yang tidak terotorisasi ke dalam sistem mungkin bisa diperoleh oleh penyusup, yang disebut 'cracker', yang kemudian menggunakan kemampuannya untuk mencuri data, atau pun melakukan hal - hal lain.
            Satu hal yang perlu diingat adalah tidak ada satu sistem komputer pun yang memiliki sistem keamanan yang sempurna. Hal yang dapat di lakukan hanya mencoba meminimalisir celah keamanan yang ada.
            Hal lain yang perlu diingat adalah semakin aman sistem yang di miliki, maka sistem komputer akan menjadi semakin merepotkan.  harus menyeimbangkan antara kenyamanan pemakaian sistem dan proteksi demi alasan keamanan.

SISTEM KEAMANAN INFORMASI BERBASIS HARDWARE
            Komputer server atau desktop adalah pintu untuk masuk-ke dan keluar-dari sistem informasi.
            Lapisan kemanan pertama yang harus di perhitungkan adalah keamanan secara fisik dalam sistem komputer. Berapa banyak keamanan fisik yang berada dalam sistem memiliki ketergantungan terhadap situasi yang penguna hadapi, dan tentu saja anggaran. Apabila  adalah  rumahan, maka kemungkinan tidak membutuhkan banyak. Tapi jika berada di laboratorium, atau pun jaringan komputer tempat bekerja, banyak yang harus di pikirkan.          
            Keamanan secara fisik umumnya diberikan pada komputer server. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga diterapkan pada komputer client/workstation. Misalnya diberikan ruang khusus dengan kondisi ruang yang terjaga (misalnya suhunya, kelembabannya, penerangan, dll), penerapan sistem keamanan (dengan sensor gerak, sensor cahaya, dll), sistem pemadam kebakaran yang canggih (Bukan dengan air, bisa korslet! Tetapi dengan memvakumkan atau menghampa-udarakan ruangan), dll. 
            Ancaman-ancaman keamanan hardware pada computer standalone : ancaman :
·         -Hubung singkat jalur rangkaian MB
·         Kenaikan Suhu Komputer Komputer
·         Tegangan Yang Tidak stabil stabil
·         Kerusakan Akibat Listrik Statis Statis
           
Kunci Komputer
            Banyak komputer pribadi saat ini yang memiliki kemampuan mengunci. Biasanya kunci ini berupa soket pada bagian depan casing yang bisa dimasukkan kunci untuk mengunci mau pun membukanya, Kunci casing dapat membantu mencegah seseorang untuk mencuri dari komputer, atau membukanya secara langsung untuk memanipulasi atau pun mencuri perangkat keras yang  miliki. Kunci ini juga berguna untuk mencegah orang tertentu untuk mereboot komputer  dari disket mau pun perangkat keras lainnya. 
            Kunci casing ini melakukan hal-hal yang berbeda menurut fasilitas yang ditawarkan oleh motherboard dan bagaimana struktur casing itu sendiri. Pada banyak komputer pribadi, perusahaan pembuat menciptakan casing tersebut sedemikian rupa sehingga penguna harus menghancurkannya untuk membukanya. Sedangkan pada tipe casing yang lain, keyboard mau pun mouse baru tidak dapat dipasangkan ke dalamnya. Periksalah mainboard, mau pun instruksinya untuk informasi lebih lanjut. Kadang - kadang hal ini bisa menjadi sangat berguna, walau pun kunci yang digunakan seringkali berkualitas rendah dan dapat dengan mudah dikalahkan oleh si penyerang dengan metode pembukaan kunci yang dimilikinya.
            Beberapa mesin terutama SPARC dan Mac punya pengaman di bagian belakangnya, sehingga jika ada yang memasukkan kabel ke dalamnya, si penyerang harus memotong kabelnya atau merusak casing untuk masuk ke dalamnya. Dengan meletakkan padlock atau combo lock akan menjadi pengamanan yang cukup baik untuk mencegah orang lain mencuri mesin

Memasang Stavolt atau UPS (Universal Power Saving)
Dengan adanya stavolt yang berfungsi menstabilkan arus listrik atau UPS yang berfungsi untuk menyediakan daya listrik selama beberapa waktu sehingga kita dapat melakukan proses shutdown secara baik, maka kerusakan akibat listrik dapat diminimalkan. UPS ada yang dilengkapi dengan aplikasi untuk mengendalikan UPS, baik untuk melihat kapasitas  bateray atau memantau kondisi UPS lewat internet.

Menggunakan sesuai prosedur
Penempatan komputer yang benar, menyalakan dan mematikan, serta pemakaian sesuai fungsinya akan membuat hardware lebih awet. Selain itu an sesuai dengan prosedur khususnya yang berhubungan dengan kelistrikan akan mengurangi resiko kebakaran, misalnya mematikan komputer hingga stavolt/UPS.


SISTEM KEAMANAN INFORMASI BERBASIS SOFTWARE
Pengamanan sistem informasi dapat dilakukan melalui beberapalayer yang berbeda.Misalnya di layer “transport”, dapat digunakan“Secure Socket Layer” (SSL).Metode ini misalnya umum digunakanuntuk Web Site. Secara fisik, sistem anda dapat juga diamankan dengan menggunakan “firewall” yang memisahkan sistem andadengan Internet. an teknik enkripsi dapat dilakukan ditingkat aplikasi sehingga data-data anda atau e-mail anda tidakdapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.Mengatur akses (Access Control)
Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengamankaninformasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melaluimekanisme “access control”. Implementasi dari mekanisme ini antaralain dengan menggunakan “password”.Di sistem UNIX, untuk menggunakan sebuah sistem atau komputer,pemakai diharuskan melalui proses authentication denganmenuliskan “userid” dan “password”. Informasi yang diberikan ini dibandingkan dengan user id dan password yang berada di sistem.Apabila keduanya valid, pemakai yang bersangkutan diperbolehkan menggunakan sistem.Apabila ada yang salah, pemakai tidak dapat menggunakan sistem. Informasi tentang kesalahan ini biasanyadicatat dalam berkas log. Besarnya informasi yang dicatatbergantung kepada konfigurasi dari sistem setempat.Misalnya, adayang menuliskan informasi apabila pemakai memasukkan useriddan password yang salah sebanyak tiga kali. Ada juga yang langsungmenuliskan informasi ke dalam berkas log meskipun baru satu kalisalah. Informasi tentang waktu kejadian juga dicatat.Selain itu asal hubungan (connection) juga dicatat sehingga administrator dapat memeriksa keabsahan hubungan.
1.        Memilih password
Dengan adanya kemungkinan password ditebak, misalnya denganmenggunakan program password cracker, maka memilih passwordmemerlukan perhatian khusus.Berikut ini adalah daftar hal-hal yang sebaiknya tidak digunakan sebagai password.
2.        Memasang Proteksi
Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksidapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum)dan yang lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakanuntuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet. Sebagai contoh, di sistem UNIX ada paket program“tcpwrapper” yang dapat digunakan untuk membatasi akses kepadaservis atau aplikasi tertentu. Misalnya, servis untuk “telnet” dapatdibatasi untuk untuk sistem yang memiliki nomor IP tertentu, atau memiliki domain tertentu. Sementara firewall dapat digunakanuntuk melakukan filter secara umum.Untuk mengetahui apakah server anda menggunakan tcpwrapperatau tidak, periksa isi berkas /etc/inetd.conf.Biasanya tcpwrapperdirakit menjadi “tcpd”.Apabila servis di server anda (misalnyatelnet atau ftp) dijalankan melalui tcpd, maka server andamenggunakan tcpwrapper.Biasanya, konfigurasi tcpwrapper (tcpd)diletakkan di berkas /etc/hosts.allow dan /etc/hosts.deny.
3.        Firewall
Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan jaringan internal (Lihat Figure 4.1 on page 55).Informasi yang keluar atau masuk harus melalui firewall ini.Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga (prevent) agarakses (ke dalam maupun ke luar) dari orang yang tidak berwenang(unauthorized access) tidak dapat dilakukan. Konfigurasi dari firewallbergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi yangbersangkutan, yang dapat dibagi menjadi dua jenis:
·         apa-apa yang tidak diperbolehkan secara eksplisit dianggap tidak diperbolehkan (prohibitted)
·          apa-apa yang tidak dilarang secara eksplisit dianggapdiperbolehkan (permitted)
Firewall bekerja dengan mengamati paket IP (Internet Protocol) yang melewatinya. Berdasarkan konfigurasi dari firewall makaakses dapat diatur berdasarkan IP address, port, dan arah informasi.Detail dari konfigurasi bergantung kepada masing-masing firewall.Firewall dapat berupa sebuah perangkat keras yang sudahdilengkapi dengan perangkat lunak tertentu, sehingga pemakai(administrator) tinggal melakukan konfigurasi dari firewall tersebut.Firewall juga dapat berupa perangkat lunak yang ditambahkankepada sebuah server (baik UNIX maupun Windows NT), yangdikonfigurasi menjadi firewall.Dalam hal ini, sebetulnya perangkatkomputer dengan prosesor Intel 80486 sudah cukup untuk menjadifirewall yang sederhana.
Firewall biasanya melakukan dua fungsi; fungsi (IP) filtering danfungsi proxy. Keduanya dapat dilakukan pada sebuah perangkatkomputer (device) atau dilakukan secara terpisah.Beberapa perangkat lunak berbasis UNIX yang dapat digunakanuntuk melakukan IP filtering antara lain:
·      ipfwadm: merupakan standar dari sistem Linux yang dapat diaktifkan
pada level kernel
·      ipchains: versi baru dari Linux kernel packet filtering yangdiharapkan dapat menggantikan fungsi ipfwadm
 Fungsi proxy dapat dilakukan oleh berbagai software tergantungkepada jenis proxy yang dibutuhkan, misalnya web proxy, rloginproxy, ftp proxy dan seterusnya. Di sisi client sering kalaidibutuhkan software tertentu agar dapat menggunakan proxyserver ini, seperti misalnya dengan menggunakan SOCKS. Beberapaperangkat lunak berbasis UNIX untuk proxy antara lain:
Socks: proxy server oleh NEC Network Systems Labs
Squid: web proxy server
4.      Pemantau adanya serangan
Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahuiadanya tamu tak diundang (intruder) atau adanya serangan (attack).Nama lain dari sistem ini adalah “intruder detection system” (IDS).Sistem ini dapat memberitahu administrator melalui e-mail maupunmelalui mekanisme lain seperti melalui pager.Ada berbagai cara untuk memantau adanya intruder. Ada yang sifatnya aktif dan pasif. IDS cara yang pasif misalnya denganmemonitor logfile. Contoh software IDS antara lain:
• Autobuse, mendeteksi probing dengan memonitor logfile.
• Courtney, mendeteksi probing dengan memonitor packet yang lalu  lalang
• Shadow dari SANS
5.      Pemantau integritas sistem
Pemantau integritas sistem dijalankan secara berkala untuk mengujiintegratitas sistem. Salah satu contoh program yang umumdigunakan di sistem UNIX adalah program Tripwire. Program paketTripwire dapat digunakan untuk memantau adanya perubahan padaberkas. Pada mulanya, tripwire dijalankan dan membuat databasemengenai berkas-berkas atau direktori yang ingin kita amati beserta“signature” dari berkas tersebut. Signature berisi informasi mengenaibesarnya berkas, kapan dibuatnya, pemiliknya, hasil checksum atauhash (misalnya dengan menggunakan program MD5), dansebagainya. Apabila ada perubahan pada berkas tersebut, makakeluaran dari hash function akan berbeda dengan yang ada didatabase sehingga ketahuan adanya perubahan.

6.      Audit: Mengamati Berkas Log
Segala (sebagian besar) kegiatan an sistem dapat dicatatdalam berkas yang biasanya disebut “logfile” atau “log” saja. Berkaslog ini sangat berguna untuk mengamati penyimpangan yangterjadi. Kegagalan untuk masuk ke sistem (login), misalnya,tersimpan di dalam berkas log. Untuk itu para administratordiwajibkan untuk rajin memelihara dan menganalisa berkas logyang dimilikinya.

7.      Backup secara rutin
Seringkali tamu tak diundang (intruder) masuk ke dalam sistem danmerusak sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapatditemui.Jika intruder ini berhasil menjebol sistem dan masuksebagai super user (administrator), maka ada kemungkinan diadapat menghapus seluruh berkas.Untuk itu, adanya backup yangdilakukan secara rutin merupakan sebuah hal yang esensial.Bayangkan apabila yang dihapus oleh tamu ini adalah berkaspenelitian, tugas akhir, skripsi, yang telah dikerjakan bertahun-tahun.Untuk sistem yang sangat esensial, secara berkala perlu dibuatbackup yang letaknya berjauhan secara fisik.Hal ini dilakukan untuk menghindari hilangnya data akibat bencana seperti kebakaran, banjir, dan lain sebagainya. Apabila data-data dibackupakan tetapi diletakkan pada lokasi yang sama, kemungkinan dataakan hilang jika tempat yang bersangkutan mengalami bencanaseperti kebakaran.Untuk menghindari hal ini, enkripsi dapat digunakan untukmelindungi adanya sniffing. Paket yang dikirimkan dienkripsi dengan RSA atau IDEA sehingga tidak dapat dibaca oleh orangyang tidak berhak. Salah satu implementasi mekanisme ini adalahSSH (Secure Shell). Ada beberapa implementasi SSH ini, antara lain:
•   SSH untuk UNIX (dalam bentuk source code, gratis)
·         SSH untuk Windows95 dari Data Fellows (komersial)http://www.datafellows.com/
•         TTSSH, yaitu skrip yang dibuat untuk Tera Term Pro (gratis,untuk Windows 95)
http://www.paume.itb.ac.id/rahard/koleksi
•   SecureCRT untuk Windows95 (shareware / komersial)
           
8.      Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamanan
Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan adalahdengan menggunakan teknologi enkripsi.Data-data yang andakirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap.Banyak servis di Internet yang masih menggunakan “plain text”untuk authentication, seperti an pasangan userid danpassword.Informasi ini dapat dilihat dengan mudah oleh programpenyadap (sniffer).Contoh servis yang menggunakan plain text antara lain:
• akses jarak jauh dengan menggunakan telnet dan rlogin
• transfer file dengan menggunakan FTP
• akses email melalui POP3 dan IMAP4
• pengiriman email melalui SMTP
• akses web melalui HTTP
Penggunanan enkripsi untuk remote akses (misalnya melalui sshsebagai penggani telnet atau rlogin) akan dibahas di bagiantersendiri.

9.      Telnet atau shell aman
Telnet atau remote login digunakan untuk mengakses sebuah “remotesite” atau komputer melalui sebuah jaringan komputer.Akses inidilakukan dengan menggunakan hubungan TCP/IP denganmenggunakan userid dan password.Informasi tentang userid danpassword ini dikirimkan melalui jaringan komputer secara terbuka.Akibatnya ada kemungkinan seorang yang nakal melakukan“sniffing” dan mengumpulkan informasi tentang pasangan useriddan password ini.

REFERENSI
www.at-aub.ac.id/.../3PENGAMANAN%20HARDWARE%20DAN%20SOFTWARE.... Diakses tanggal 13 Spetember 2017 pukul 06.39 WITA

.

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blog Archive